Terhempaskan Waktu
Malam itu aku berbincang denganmu melewati perantara doa,
menceritakan hidupku yang hilang arti di bandingkan saat senyummu hadir menghiasi.
Di bawah tirani garis waktu, kita perlahan lenyap,
jauh terpencil dalam belantara hati, dan terpautkan oleh jarak yang membelenggu, seolah ditakdirkan untuk menebas ikatan antara aku dan dirimu.
Yang tersisa dari kita hanyalah puing-puing kenangan yang sempat dihempaskan oleh badai waktu,
sementara dirimu laksana senja yang terlukis di batas cakrawala,
indah dalam renungan namun sejatinya mustahil aku genggam.
Waktu seakan cepat berlalu tatkala malam membaluti senja dengan gulita,
kau hilang, dan aku hanya mampu merajut kata di bilik aksara;
"Semoga kau selalu menemukan kedamaian di setiap cangkir kebahagiaan yang kau teguk dalam dalam."
Komentar
Posting Komentar