Menembus Kelam

Meski ku ditelan lembah kekelaman,
aku tak akan goyah,
berdiriku tetap gagah,
menghalang terjangan masalah.

Kedua pelupuk mataku setajam mata pisau, 
dan kau yang selalu bersembunyi di balik bayang-bayang,
jangan tatap aku!
jika kau tak siap ku buat seluruh badanmu kaku melihatku menyala dalam kekelaman yang membelenggu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sinopsis Novel Bunga Matahari Tengah Malam

Mawar Yang Mekar Di Namamu

Saat Kehampaan Melebihi Harapan